PAMEKASAN — Spirit fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan seakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sosok Ali Zainal Abidin, yang akrab disapa Bang Ali.
Dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum dhuafa dan anak yatim piatu, Bang Ali kembali menghadirkan gagasan yang memadukan aktivitas bisnis dengan kepedulian sosial.
Kali ini, ia mencetuskan inovasi melalui Central 88 Gold & Jewellery, sebuah usaha perdagangan emas dan perhiasan yang berlokasi di pusat Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Yang menarik, bisnis tersebut tidak hanya dibangun dengan orientasi keuntungan. Bang Ali menjadikan Allah SWT sebagai “pemegang saham utama” dalam konstruksi bisnis yang dikembangkannya.
Hal itu disampaikan Bang Ali saat acara soft opening Central 88 Gold & Jewellery. Ia menegaskan, seluruh keuntungan bersih dari bisnis tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“100 persen keuntungan bersih Central 88 Gold & Jewellery kami peruntukkan bagi kaum dhuafa dan para anak yatim piatu. Itu motivasi utama kami dalam membangun bisnis ini,” ungkap Bang Ali.
Menurutnya, bisnis tidak semata-mata harus berorientasi pada keuntungan materi. Dunia usaha juga dapat menjadi sarana untuk menebar manfaat dan membuka ruang bagi banyak orang untuk ikut berbuat kebaikan.
Konsep tersebut kemudian dikemas Central 88 melalui gerakan MBG (Membeli dan Berbagi).
Melalui konsep ini, setiap orang yang bertransaksi di Central 88 tidak hanya mendapatkan produk berupa emas maupun perhiasan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk turut mengambil bagian dalam gerakan berbagi.
Bagi Bang Ali, berbagi bukan hanya tentang memberikan bantuan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan. Lebih dari itu, ia ingin menciptakan sebuah ekosistem kebaikan, sehingga masyarakat yang bertransaksi juga dapat ikut ngalap berkah dan pahala.
“Siapa pun yang menanam, maka dia akan memanennya kelak,” menjadi semangat yang dibawa dalam konsep bisnis tersebut.
Langkah Bang Ali itu pun mendapat respons positif dari sejumlah kalangan masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
Antusiasme masyarakat bahkan terlihat dalam momentum soft opening Central 88 Gold & Jewellery. Pada kesempatan tersebut, tercatat sebanyak 6,7 kilogram emas terjual.
Salah satu pembeli dengan transaksi terbesar disebut berasal dari tokoh penggerak ekonomi kerakyatan di Madura, Khairul Umam atau Haji Her.
Kehadiran Central 88 diharapkan tidak hanya menjadi warna baru dalam dunia bisnis emas di Pamekasan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi masyarakat untuk mengubah aktivitas ekonomi menjadi gerakan sosial yang memberikan manfaat lebih luas.
Dengan mengusung semangat fastabiqul khairat, Bang Ali mencoba membuktikan bahwa bisnis dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi ladang bagi masyarakat untuk ngalap berkah dan pahala.
Penulis : Royhan
Editor : Bayu Segoro













