Tembakau Petani Menumpuk, Pabrikan Besar di Madura Belum Membeli

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep-, Aktivitas pembelian tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian di tengah musim panen 2026. Gudang garam di Kecamatan Guluk-Guluk merupakan salah satu lokasi yang disorot karena disebut hanya menggunakan sekitar 14 bandul tembakau. Jumlah tersebut dinilai jauh lebih sedikit dibandingkan musim panen tembakau pada tahun-tahun sebelumnya.

Gudang tersebut juga disebut sebagai salah satu pabrikan tembakau berskala industri besar yang berada di Madura. Namun, hingga hari ini, pabrikan tembakau berskala besar tersebut belum melakukan pembelian tembakau petani secara maksimal.

Kondisi itu semakin membuat petani tembakau khawatir. Pasalnya, sebagian besar petani mulai memasuki masa panen, sementara sejumlah pabrikan besar lainnya juga belum membuka pembelian.

Salah seorang petani tembakau, Abdul Hasan, mengaku kebingungan menjual hasil panennya. Menurutnya, tembakau yang telah dipanen terpaksa ditumpuk di halaman rumah karena belum terserap oleh pabrikan.

“Tidak ada pabrikan besar yang buka, padahal mayoritas para petani sudah panen. Tembakau kami menumpuk di halaman rumah. Kami resah dan kemungkinan musim panen tembakau kami merugi tahun ini,” ungkap Abdul Hasan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi petani. Sebab, biaya produksi tembakau cukup besar, mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, obat-obatan hingga biaya tenaga kerja.

Ketika hasil panen tidak segera terserap pasar, petani berpotensi mengalami kerugian. Terlebih, kualitas daun tembakau dapat menurun apabila terlalu lama disimpan dalam kondisi yang tidak sesuai.

Persoalan tersebut juga mendapat sorotan dari Syaiful Maulana, aktivis Madura Bergerak. Ia mengindikasikan adanya dugaan permainan atau keterlibatan kelompok tertentu yang selama ini berkepentingan dalam rantai perdagangan tembakau.

Syaiful menyebut pihaknya akan melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab minimnya pembelian tembakau dari petani pada musim panen tahun ini.

“Kami akan melakukan pendalaman terkait persoalan ini. Ada indikasi keterlibatan kelompok-kelompok mafia tembakau yang perlu kami telusuri lebih jauh,” kata Syaiful.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan apabila benar-benar berdampak terhadap penghasilan petani dan buruh tani tembakau.

Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada petani, terutama ketika harga dan penyerapan tembakau menjadi persoalan setiap musim panen.

Syaiful mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana menyampaikan hasil pendalaman tersebut kepada publik. Langkah itu dilakukan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengetahui kondisi yang dihadapi petani tembakau di Madura.

“Dalam waktu dekat kami akan speak up ke publik. Kami ingin pemerintahan Prabowo Subianto mengetahui nasib para petani tembakau dan buruh tani tembakau yang ekonominya semakin terpuruk,” tegasnya.

Petani berharap pemerintah, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan segera mencari solusi agar hasil panen dapat terserap dengan harga yang layak. Mereka juga berharap pabrikan tembakau berskala industri besar di Madura segera membuka pembelian secara transparan sehingga petani tidak terus menanggung risiko kerugian setelah bekerja sepanjang musim.

Facebook Comments Box

Penulis : Bayu Segoro

Editor : AB Ibrahim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel vokta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8 DI KEMBALI DITEMUKAN, BERIKUT MANIFEST TERBARU
SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN
Evakuasi Menggunakan Helikopter, Korban KMP Virgo Transport 8, 22 Selamat dan 4 Meninggal Dunia
Diduga Tertipu Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Dirugikan Istri Politisi PAN Ratusan Juta Rupiah
Berbeda, MBG Central 88 Gold & Jewellery: Setiap Pembelian Berubah Menjadi Kebaikan
Pelaku Pencabulan Beserta Barbuk Rantai Besi Diamankan Satreskrim Polresta Sumenep
Pabrikan Besar Belum Beli Tembakau, Bupati Angkat Bicara
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal dari MV Ocean Porter di Kepri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:45 WIB

KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8 DI KEMBALI DITEMUKAN, BERIKUT MANIFEST TERBARU

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:08 WIB

SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN

Selasa, 15 September 2026 - 09:17 WIB

Evakuasi Menggunakan Helikopter, Korban KMP Virgo Transport 8, 22 Selamat dan 4 Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 00:41 WIB

Berbeda, MBG Central 88 Gold & Jewellery: Setiap Pembelian Berubah Menjadi Kebaikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Pelaku Pencabulan Beserta Barbuk Rantai Besi Diamankan Satreskrim Polresta Sumenep

Berita Terbaru

Nasional

SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN

Kamis, 1 Okt 2026 - 21:08 WIB

Daerah

Mayat Pria Tak Dikenal Ditemukan Dipinggir Pantai Sumenep

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:08 WIB